Langit masih gelap ketika mobil kami berhenti di sebuah rumah makan yang terletak di pinggir jalan perbatasan Jambi dan Padang. Sekitar pukul empat pagi waktu Indonesia Barat, aku sudah beranjak dari kursi belakang mobil yang sedari tadi menjadi tempat tidurku dan kedua adik - adik yang waktu itu masih kecil. " Kita sudah sampe Padang ya ? " tanyaku pada Ayah, pagi itu. " Belum. Masih tiga jam lagi perjalanan kita sebelum sampai ke Padang ", jawab ayah. Aku kecil menghela napas dan kesal. Dalam hati aku berkata, kenapa sih setiap mudik ke Padang harus jalur darat. Kenapa nggak lewat jalur udara saja. Alasannya pada masa itu tidak ada penerbangan langsung dari kota Palembang menuju Padang. Jika kami ingin menggunakan transportasi udara, kami harus terbang menuju Jakarta terlebih dahulu, barulah kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ke Padang. Maka dari itu mobil pribadi selalu jadi kendaraan pilihan kami sekeluarga untuk mudik. Menurut Data Statistik tahun 2016,...